Warkah Sahabat


Sahabat,
Sebenarnya dalam diam aku menyanjungimu. Semangat, nasihat dan pesananmu tetap tersemat di hati. Surat dan segala pemberianmu menjadi khazanah berharga buatku. Sepanjang kita menempuhi liku kehidupan di sekolah, aku dapat melihat betapa gigihnya perjuanganmu dalam mengejar cita-cita dan menegakkan syiar Islam.
Terima kasih di atas doronganmu untuk aku berada di jalan yang benar selama kita menjadi sahabat. Hari-hari yang pernah kulalui bersamamu tanpaku sedari timbul satu perasaan yang tidak mampu aku hindari. Setiap detik bersama menjadi memori indah dalam hidupku. Aku tidk pasti adakah kau juga berperasaan sedemikian. Namun jauh di sudut hatiku mengatakan gelodak jiwamu sama sepertiku.
Namun aku mengerti mimpiku tidak mungkin menjadi kenyataan kerana antara kita dipisahkan oleh sebuah tembok yang cukup tebal. Kau yang menjadi idaman ramai pasti dihadapkan dengan pelbagai pilihan. Sesungguhnya aku amat mengerti dan reda dengan ketentuan ini. Sikit pun aku tidak menyesali fitrah diri.
Sahabat,
Percayalah walaupun kau tiada di sisi, jiwa dan semangatku akan sentiasa bersamaku dan untuk kali terakhir, izinkan aku menyebut kalimah yang tak mampu kuluahkan dihadapanmu selama ini….Aku cinta padamu…..
Sahabatmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s